0 comments

Mengoptimalkan Potensi Chambers

02.55
Chambers

Kedatangan pemain muda seperti Calum Chambers ke Arsenal adalah bentuk program jangka panjang bagi klub. Dengan usia yang masih 19 tahun, Chambers diharapkan mampu menjadi pondasi bagi masa depan Arsenal, terlebih ia merupakan orang Inggris asli.

Apa hal spesial dari Chambers sehingga Arsene Wenger tertarik merekrutnya diusia yang begitu belia? Penampilan Chambers bersama Southampton musim lalu memang tidak terlalu disorot sehingga namanya tidak setenar Adam Lallana atau Luke Shaw, tapi Chambers jelas punya kelebihannya sendiri.

Chambers merupakan pemain multiposisi. Ia bisa bermain sebagai gelandang bertahan, bek tengah dan bek sayap. Tidak mengherankan jika melihat perjalanan karir pemain yang sudah membela Inggris di level U-17 dan U-21 ini. Chambers memulai karir sepakbolanya sebagai bek tengah. Di level junior, ia bermain sebagai gelandang bertahan dan dimusim terakhir (bersama Southampton yang merupakan musim kompetitif pertamanya) ia bermain sebagai bek sayap atau fullback.

Kemampuan multiposisi ini jelas menguntungkan, karena Arsenal tengah kekurangan seorang bek tengah, kehilangan fullback tangguh pada diri Bacary Sagna dan masih mencari sosok gelandang bertahan yang mumpuni. Pertanyaannya, bagaimana Arsene Wenger mengoptimalkan sang pemain?

Menurut analisa Goonersia, Chambers sepertinya akan diprioritaskan untuk posisi fullback, itupun masih sebagai backup bagi Mathieu Debuchy atau sebagai bek tengah bila Mertesacker absen. Hal yang menjadi indikasi adalah dilepasnya Carl Jenkinson ke West Ham dengan status pinjaman.

Wenger sepertinya tidak akan mau berjudi dengan sering memindah posisikan Chambers mengingat penampilan matangnya sebagai fullback sepanjang musim lalu bersama Southampton. Hal lain, terlalu sering memindahkan posisi sang pemain bisa saja menghambat perkembangannya.

So, Chambers sepertinya harus bersabar dan lebih bekerja keras musim ini.

0 comments:

Posting Komentar

::Berkomentarlah dengan sopan::

 
Click to Open
Top